Di awal tahun 70an, keuntungan dari hadirnya binatang untuk pasien telah ditemukan, yang kemudian mengakibatkan riset lebih lanjut menyangkut aspek psikologis dari kontak antara para pasien dengan semua jenis binatang. Lumba-lumba masuk dalam pertimbangan, ketika Dr. Betsy Smith memulai riset ilmuwan dengan Lumba-lumba dan anak-anak penderita autis di Florida yang disebut sebagai "Proyek Lumba-lumba". Di tahun 1978 psikologis saraf dan ilmuwan perilaku Dr. David E. Nathanson mulai mengamati dampak Lumba-lumba untuk anak-anak cacat di “Dunia Lautan”, Ft. Lauderdale (Florida). Dia mengembangkan rangkaian eksperimen bahasa yang dikontrol hati-hati, menggunakan Lumba-lumba sebagai guru untuk anak-anak dengan sindrom Down. Kemudian diketahui, kehadiran Lumba-lumba memberikan keuntungan yang berbeda untuk anak-anak dalam hal memproses informasi (untuk belajar terlihat lebih cepat dengan meningkatnya sensor perhatian, terutama untuk yang mentalnya lemah). Di tahun 1988, Dr. Nathanson memulai program terapi di “ Pusat Riset Lumba-lumba” di Grassy Key, Florida, yang ia sebut “Terapi Manusia Lumba-lumba” (DHT). Antara tahun 1989 dan 1994 lebih dari 500 anak-anak dengan kebutuhan khusus mendapatkan kesempatan untuk ikut serta dalam program Dr. Nathansons, yang di kemudian hari pindah ke Key Largo, Florida.
Di tahun 2000 Carla Henco, B. Spec. Ed., mendirikan grup dukungan untuk orang-orang dengan kebutuhan khusus di Bunbury, Western Australia, yang diberi nama "Terapi Lumba-lumba Bunbury". Disana dia bekerja bersama Lumba-lumba liar, menjalankan program selama 6 tahun dengan hasil yang menakjubkan untuk orang-orang dengan berbagai bentuk kekurangan.
Di bulan Februari tahun 2007 Carla Henco membawa konsep DAT ke Resor Hotel Melka Excelsior. Sejak saat itu dia telah membantu anak-anak dan dewasa dengan kebutuhan khusus yang datang ke Melka, membangun struktur terapi bekerjasama dengan terapis-terapis lain dari seluruh dunia.